Kota
Tua, Jakarta or it can be called as Old Town of Jakarta, is that true name?
*enggres maksa wkwkwk.. Jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta merupakan salah satu
perjalanan pertama kami, tepatnya setelah 6 bulan saling kenal-mengenal.
Suasananya begitu fancy, classic and interesting.
Pemandangan
yang khas saat mengunjungi Kota Tua adalah sepeda Onthel (sepeda zaman dahulu),
patung meriam, Museum Fatahillah atau manusia patungnya dan banyak lagi. Kota
Tua tidak sebatas Museum Fatahillah saja lho, ada banyak wisata menarik yang
dapat dilihat di Kota Tua. Cekidot!
Ceritanya
begini, saat itu kami berempat, saya dan partner juga seorang teman dan
partnernya iseng-iseng untuk jalan bareng demi menjalin hubungan persahabatan yang
lebih akrab, haseek.
Kami
memutuskan untuk mengunjungi Kota Tua dengan naik kereta api via stasiun Pasar
Anyar – Tangerang. Kami sempat ketinggalan jadwal kereta karena harus menunggu
satu diantara kami yang gadgetnya ketinggalan. Tapi tak apa, momen menunggu
tersebut justru seru bagi saya.. lumayan, dapet traktir eskrim spesial lho dari
sang partner hihihi..
Sekitar
jam 9.30, dengan biaya sebesar Rp. 9500/org kami akhirnya dapet tiket kereta
langsung menuju Kota. Pertama kali nih buat saya naik kereta ke Jakarta,
desak-desakan sama tukang cabe, tukang asongan dan tukang-tukang lainnya,
ampun! Ngeri dan harus tetap waspada pokoknya, awas hape, awas dompet, awas
pacar ilang *nyengir*
Kereta pun
berhenti setelah melewati beberapa stasiun kecil. Sampailah kami ditempat
tujuan, Kota Tua. dengan No charge biaya masuk, kita bisa menikmati suasana
kota jakarta tempo doeloe. Dikelilingi bangunan berarsitektur jaman doeloe dan
musieum edukatif lainnya.
Banyak
yang bisa di kunjungi di Kota Tua serta hal menarik di Kota Tua seperti Sunda Kelapa
Harbour, Museum Fatahillah (Fatahillah Square), Fine Art and Ceramic
Museum, Wayang Museum, Bank Indonesia and Bank Mandiri Museums, Sion
Protestant Church (built in 1695), Kota Intan Drawbridge, Jakarta Kota
Station, Café Batavia, Pasar ikan (fish market), Bangunan Stadhuis
Batavia (Balai Kota kantor Gubernur VOC) yang sekarang menjadi museum sejarah
Jakarta dan pokoknya masih banyak lagi.
Setelah
capek berjalan-jalan ria, foto-foto, belanja-belanja, kami bergegas cari makan
(kok kaya kucing :D) juga pertama kalinya makan kerak telor hehe.. makan es
kado, minum es kelapa tapi kami lupa buat review, harga nya berapaan.
Sebenarnya
selain itu, kita bisa menikmati ke-doeloe-an nya kota tua dengan
bersepeda.tarif untuk sewa sepeda disana yaitu berkisar Rp 10.000 – Rp 20.000
/jam dan kabarnya bisa ditawar juga lho, untuk kepentingan foto, sepaket sama
penyewaan sepeda kita juga akan dipinjemin topi bundar macam noni-noni belanda.
kalau naik itu sambil senyum lebar ke kanan dan ke kiri dipastikan akan mirip
noni belanda tempoe doeloee lho wkwkwk.. Dan sayangnya kami saat itu
melewatkannya oee.. oee..
Oh
iya, jalan-jalan ke Kawasan Kota Tua merupakan jalan-jalan hemat di Jakarta
karena juga bias dicapai dengan menaiki busway lho, dengan modal karcis Rp 3500
kita sudah bisa menikmati wisata Kota Tua Jakarta. Lokasi Kota Tua berada di
kawasan Kota, Jakarta Barat. Cara menuju ke Kota Tua sangat mudah dengan bus
Transjakarta menuju jurusan Kota. Jurusan Kota bisa melalui Harmoni lalu ke
Kota.
Kabarnya
Kota Tua ada yang berbeda dengan kawasan Kota Tua setelah disulap Jokowi
menjadi semakin bersih dan tertib. Penasaran sih, pengen banget liat
perubahannya. Semoga ada kesempatan khusus ke Kota Tua untuk menghabiskan waktu
libur dan sekalian melihat kinerja Jokowi dalam menata wisata andalan Jakarta,
Kota Tua (Old Batavia).
Dan
setelah hari itu tiba, review terbaru mengenai Kota Tua akan segera di update,
ting!
Terimakasih sudah bersedia mampir
dan menyempatkan membaca, akan senang sekali jika teman-teman berkenan
memberikan komentarnya. – HENNY F LESTARI –





0 Komentar