![]() |
| Nieeess.. Manieeees.. Foto saat Rayyan usia 1y 4m |
Adakah
bunda-bunda yang sama seperti saya? Yang ketika melihat anak tertidur pulas,
manis seperti ini, langsung pengen banget memfoto dan mengurai keindahaannya
dengan kata-kata. Sweet ya bun, padahal gak inget kali tadi sebelum ia tidur
kita sempet ngomel-ngomel jengkel gak jelas. Padahal, liat deh, liat deh..
malaikat manis nan shalih ini salah apa coba? Seringkali kita lupa, bahwa kita
sedang menjaga milik Allah dan seharusnya serba takut menyakitinya. Maafkan
bunda ya, Nak! Ya Rab, mampukan aku membersamainya dengan penuh cinta dan kasih
sayang. Bukan dengan emosi.
Muhammad
Ray Abqary (2y 9m) adalah anak yang pemaaf. Sehabis memarahinya, saya biasa
nya menangis, menyesal.
Di sela-sela
sesenggukan nya tadi, ketika melihat saya menangis dia menghampiri dan mengusap
pipi saya seraya berkata, "Napa Bunda, dedek minta maaf Bunda, jangan
nangis lagi ya, kuat ya, bunda kan jagonan (jagoan versi Rayyan) kaya
dedek" ucapnya lantang, padahal dia sendiri masih sesenggukan akibat
menangis aku marahi barusan. Suatu tanda juga bahwa Rayyan anak yang penyayang.
Secara akhlak aku optimis insyaAllah Rayyan menonjol disitu, saya memang
sengaja men-drill kecerdasan akhlaknya terlebih dulu ketimbang pendidikan yang
lain.
Rayyan sudah
pandai bicara dan bercerita, kosa katanya banyak dibanding anak-anak seumurnya,
dilingkungan kami. Alhamdulillah, secara verbal pun dia menonjol. Semoga Allah
mempermudah saya dan suami, mengasah juga mengeksplor kemampuan verbalnya ini.
Secara
fisik, dia anak yang aktif. Dia bisa membonceng temen seusianya, menggunakan
mobil-mobilan plastik -yang dijalankan menggunakan kaki- kadang saya merasa
khawatir dia kecapekan, tapi malahan dia happy bisa membonceng kawannya itu.
Dan tak ada rewel setelahnya. Disitu saya mengetahui, energinya lebih, harus
saya giring ke aktifitas yang pas, dia anak yang kuat.
Rayyan mudah
menangis dan merengek ketika mainannya terjatuh, meminta susu, memakai sandal,
dll. Namun ketika ia jatuh dan terluka ia malah menangis sebentar saja. Juga
ketika sakit perut atau sedang demam, Rayyan malah tidak merengek sama sekali.
Awalnya saya memang stres menghadapi rewelnya ia pada hal-hal sepele, terlebih
tetangga ada yang memberi label "cengeng" padanya. Tapi setelah
berdamai dengan diri, saya akhirnya menyadari sesungguhnya Rayyan adalah anak
yang tegar, sikap rewelnya itu hanyalah bentuk rasa sayangnya ia terhadap
bundanya, ia merasa hanya kepada bundanya lah aktifitas sehari-seharinya
berpusat. Saat ini hanya bundanya saja yang mau mendengar dan ia dengar. Alhamdulillah,
satu lagi hal yang membuat saya merasa menjadi berarti menjadi seorang ibu.
Masih banyak
lagi potensi Rayyan yang bisa saya sebutkan. Saya sering takjub sendiri
menyaksikan tumbuh kembangnya, noraklah pokoknya hehe.. padahal kata tetangga
itu mah biasa aja, biasa terjadi sama semua anak. Tapi biarlah, saya bersyukur
atas sikap saya yang kagetan sama hal baru kayak gini, agar terus dipandaikan
sama Allah untuk mudah bersyukur mulai dari hal-hal kecil dikehidupan saya.
Terimakasih sudah bersedia mampir dan menyempatkan membaca, saya
akan senang sekali jika teman-teman berkenan meninggalkan komentarnya dibawah
ini – HENNY F LESTARI –


2 Komentar
Sama Mbak.. *ngacung*
BalasHapusSaya bacanya jadi ikut terharu :')
Semoga Rayyan sehat selalu dan menjadi anak yang sholeh aamiin.. Titip salam buat Rayyan ya Mbak :)
Salam,
Amalina
Terima kasih sudah mampir di gubuk saya tercinta ini, Mbak Amalina :)
HapusTerharu mu, menandakan bahwa kita sejenis wkwkwk.. *emak-emak sensitif
Waalaikumsalam wr. wb Aunty, semoga doa baiknya dibalas sama Allah ya.. aamiin.