![]() |
| Bersama Keluarga (ki-ka : Om Heri, Mbakung dan Rayyan, Buti, Saya) |
Meski lahir,
besar dan menetap di Kota Tangerang, sejatinya saya adalah seorang keturunan
GunungKidulnese lho. Bapak saya adalah orang Gunung Kidul tulen yang kemudian
merantau dan menetap di Kota Tangerang. Tak mengurangi khas nya sebagai orang
Gunung Kidul, ketika tiba musimnya mudik lebaran, selain bersilahturahim ke
tempat Mbah Kakung dan Mbah Putri, Bapak selalu mengajak kami berwisata ke
beberapa tempat disana. Gak banyak sih, tapi bagi saya ini akan selalu jadi
good story.
![]() |
| Bersama Keluarga Besar (ki-ka : Isa, Lekni, Fitri, Dewi, Saya, Bulek Sun, Lekno, Bapakku, Mbah Somo, Mamaku) (ki-ka bawah : Pak Baron, Bubud, Rayyan, Uwik, Heri) |
Bagi yang cinta banget ‘mantai’, Gunung Kidul ini kaya banget sama aneka
jenis pantai yang memiliki keunikannya masing-masing. Ada yang dominan dengan
viewnya yang menawan, ada yang mistis banget, ada yang tematik, ada yang unggul
dengan taman bawah laut, ombaknya dll. Deretan pantai selatan yang menghampar
dari ujung ke ujung ini -meski belum lengkap saya satronin satu-satu- jumlahnya
banyak juga, sehari touring pun gak bakal puas deh, gempor iya. Jadi touringnya
slow aja ya, nikmati aja sensasi nya satu persatu, dan berdoa saja agar lain
waktu bisa berkesempatan kembali menjejelajah indahnya pesona Gunung Kidul.
Jadi awal mula kami terdampar di Pantai Slili adalah ketika itu kami
sekeluarga besar, 15 orang, hendak berlibur, tanpa tour guide, inisiatif dari
para adik-adik kami yang memegang kursi kendali, berbekal google maps,
sampailah kami kesini. Saya yang tadinya cuma hapal Pantai Baron, Kukup dan
Krakal saja, awalnya sungguh gak familiar sama Pantai Slili, tapi setelah
sampai disini.. this is it!
“Tidak seperti yang diceritakan dalam dongeng-dongeng” kami memilih
Pantai Slili untuk kami kunjungi saat itu setelah membaca review dari hasil
googling, yang katanya belum ramai dan jauh dari bising, kenyataannya pantai
ini sangat ramai, sesak bahkan untuk mencari tempat duduk-duduk kece saja susahnya
minta ampun, sempet nyesel awalnya, tapi kami gak boleh manja, katanya mau jadi
traveler sejati masak gitu aja ngeluh, yekan.
Pantai ini mungil banget, dengan garis pantai yang pendek dan sempit
hanya sekitar 100 meter saja. Disini khas dengan gazebo-gazebo yang berjejer
disepanjang pantainya, banyak tapi pengunjungnya gak kalah banyak, saking
mbludaknya pengunjung, kami hanya dapat menyewa 1 gazebo saja padahal jumlah
kami 15 orang. Naas sekali. Kami diharuskan membayar 40rb untuk menyewa 1 gazebo
saja, padahal info hasil googling, gazebo seharusnya gratis, kami maklumilah,
mengingat kami dating di momen liburan yang menyebabkan pengunjung yang kelewat
mbludak.
Tak berlarut-larut dalam kekesalan, setelah makan siang, kami mulai
memberanikan ‘nyemplung’ merasakan air pantainya, juga pemandangan alamnya yang
gak jauh beda dengan pemandangan alam di Pantai Kukup, yang sebelumnya pernah
kami kunjungi.Bedanya disini warna pasirnya agak gelap, sedangakan di Kukup
lebih putih. Indah kok, seriusan. Berhubung takut dibilang #nopichoax,
keindahan bisa dilihat dari sedikit hasil jepretan kami. Ombak disini juga gak
serem kok, relatif amanlah buat mandi-mandi, maupun berenang, asal jangan
melewati batas yang ditentukan.
HARGA TIKET DAN FASILITAS
Harga tiket masuknya sebesar 10.000 per kepala, terbilang murah karena
dengan harga segitu kita sekaligus bisa mengunjungi pantai-pantai lainnya yang
berada disepanjang deretan pantai selatan Gunung Kidul. Namun jangan lupa untuk
kembali merogoh kocek untuk parkir kendaraan serta fasilitas umum lain seperti
kamar mandi dan toilet yang disediakan di kawasan Pantai Slili. Selain itu,
disediakan pula musholah untuk para pengunjung yang ingin beribadah.
Fasilitas lainnya yang bisa ditemui adalah beberapa jajanan kuliner khas
pinggir pantai yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh buat keluarga dan kerabat
tercinta. Ada udang, ikan, keripik bayam, peyek undur-undur dan banyak lagi.
Meski kami sekeluarga besar lebih memilih membawa bekal dari rumah,
namun disini cukup banyak warung-warung makan yang menyajikan berbagai macam
menu makanan hasil olahan laut atau seafood, tinggal pilih saja mana yang
disukai, jangan lupa menanyakan dulu harga sebelum memesan ya.
Kabarnya disini juga mnyediakan fasilitas snorkeling dan fasilitas
penginapan. Berhubung saya tau persisnya perihal dua fasilitas
tersebut karena cuma denger-denger doang, maka saya tidak akan mengulasnya
hihihi.. Silahkan berkunjung dan cari tau sendiri ya..
Demikian ulasan singkat dari saya, sampai bertemu di tulisan berikutnya.
Terimakasih sudah bersedia mampir dan menyempatkan membaca, saya akan
senang sekali jika teman-teman berkenan meninggalkan komentarnya dibawah ini – HENNY F LESTARI –



2 Komentar
wah Gunung kidul memang kaya dengan pantai ya mbak... Saya tahunya kukup Baron krakal juag...
BalasHapusmarai bikin ngiler ke Pantai Slili
Betul Mba, pantai-pantai di Gunung Kidul bikin kangen, bikin pengen kesitu lagi.. Tarimakasih sudah mampir, salam kenal Mba..
BalasHapus