31 Desember 2015, Setelah 9 tahun mengabdi, Suami resmi di PHK dari tempat ia bekerja, dikarenakan perusahaan mengalami pailit.
02 Januari 2016, dua hari kemudian, saya diterima bekerja, sebagai staff payroll.
11 Januari 2016, tujuh hari setelahnya, suami dapat kerja, kerja sebagai buruh harian lepas di gaji Rp. 85rb/hari.
19 Februari 2016, sebulan kemudian, suami di berhentikan bekerja kembali. Pulang kerja langsung lamar sana-sini, di tolak sekuriti sana-sini.
21 Februari 2016, melamar kerja lagi, diterima kerja di hari itu juga, lagi-lagi, sebagai harian lepas, more unluckily digaji 60rb/hari.
28 Februari 2016, setelah sekian air mata dalam shalat Dhuha, saya dikabari suami, ia diterima bekerja di tempat yang lebih baik dan digaji lebih layak, bersamaan dengan itu, saat itu juga saya ikhlas memutuskan untuk resign bekerja.
Terhitung sudah, saya hanya bekerja selama dua bulan saja, tidak ingin berlama-lama dalam ketidak ridhoan Allah dan Suami, saya menerima ada PELAJARAN dari Allah di dalamnya.
04 Februari 2016, suami mulai bekerja di tempat baru dengan penghasilan dan keberkahan hidup yang lebih baik. Repeatedly, I said, ‘lebih baik’ bukan ‘lebih mewah’.
31 Maret 2016, kami mulai percaya diri untuk belajar hidup mandiri, dengan mengontrak rumah petak, tepat disamping perusahaan tempat suami bekerja saat itu. Sejak mengontrak tersebut, ada jeda bagi kami untuk belajar bagaimana memuliakan orang tua, dengan tidak lagi terlalu banyak menyusahkan beliau-beliau semua.
Tidak ada dramatisasi, inilah apa adanya kisah kami. Semoga bisa di ambil sisi positifnya.
Allah Maha Baik, Allah sebar rezeki dimana-mana, Allah sebar hidayah dimana-mana. Tugas kita manusia, menunjukan kepada Sang Pemilik Takdir, ‘seberapa ngotot’ kita berusaha menjemput rezeki dan hidayah, tinggal sesuaikan saja gimana kondisi nya.
Saya tidak merasa dalam tingkat keimanan yang lebih baik dari siapapun. Saya tempatnya salah dan lupa. Saya hanya merasa perlu menumpahkan cerita seperti ini, berkali-kali, hanya untuk men-drill, memahat kisah, agar saya tidak pernah lupa bersyukur. Luckily, Allah anugerahkan kisah ini untuk kami.
SEMENTARA ITU, SUAMI SAYA ADALAH…
Suami gak malu, serendah apapun status pekerjaan yang harus dijalani, asal gak keluar dari koridor agama. Dia yang notabene berpengalaman sebagai Kepala Gudang, biasa mengatur banyak anak buah, mendadak harus ikhlas bekerja serabutan, demi kewajibannya menafkahi anak istri, meski yang ia dapat hanya 60rb/hari, ia meyakini ada berkah Allah disitu.
Suami Jobless hanya selama 1 minggu, selama seminggu tersebut beliau luntang lantung berkeliling cari kerja.
Dirumah beliau katanya gak enak makan, gak enak tidur dan malu diem dirumah, beliau di didik keras memang oleh keluarga dulu, merasa lebih semangat berada di jalanan panas terik, demi mendapat kabar baik untuk segera bisa di kabarkan ke anak istri. Fyi, saat itu kami masih tinggal menumpang dengan orang tua saya.
Qadarallah, seminggu kemudian, ia mendapat kerja, ala kadarnya, sebagai buruh harian lepas, di gaji 60rb sehari. Sedangkan saya sudah semingguan diterima bekerja sebagai staff Payroll, dikawasan yang sama, jadi alhamdulillah, rezeki kami sebetulnya tidak kemana-mana, hanya Allah ubah saja setingan nya. Allah Maha Baik, Dia ingin saya dan suami mengambil banyak pelajaran dan hikmah di dalamnya. Salah satunya, dulu saya ngotot pengen banget kerja, dan kemudian Allah kasih saya kerja, sungguh Allah Maha Mengabulkan doa, lengkap beserta hikmah di dalamnya.
Saat itu Allah memang sedang memberi saya ‘pelajaran’, sehingga sangat membekas sekali hingga saat ini. Repeatedly, I said, sungguh Allah Maha Mengabulkan doa, lengkap beserta PELAJARAN berharga di dalamnya.

2 Komentar
Hebat, Mbak. Suaminya nggak down mentalnya, masih semangat nyari kerja. Semoga sukses selalu ya.
BalasHapusSemangat mbak ! Banyak-banyak bersyukur jadi hidup gak tertekan. Banyak-banyak nulis mbak. Tulisan mbak bagus loh. Cuman sayang, jarang ada yang main ke sini. Sering-sering mbak main ke blog saya. Terus tinggalin komen. Dijamin habis itu blog mbak terkenal di dunia perblog-an.
BalasHapusTapi tolong maklum, tulisan saya slebor semua, wkwkwkwk