Ijinkan saya
berbagi pengalaman dalam menemukan strategi pribadi agar mudah menyerap ilmu
ditengah goncangan tsunami informasi yang kian marak menyerang dari berbagai
penjuru, sebagai berikut :
1. Membersihkan niat dam memperbaiki adab menuntut ilmu. Atas dasar kekurangan saya tersebut saya membutuhkan pembelajaran yang sistematis.
.
2.
Intropeksi diri. Mengenali apa saja kekurangan diri ini untuk kemudian dicari
solusinya. Contoh: saya susah focus, pelupa, kurang sabar, ceroboh, dll.
Solusinya : banyak mencatat.
.
3.
Membuat target sederhana, mudah dicapai, waktunya jelas dan terperinci. Target
terdekat saat ini adalah saya mampu memenej rumah tangga a.k.a kegiatan
sehari-hari dengan baik tanpa mengabaikan anak dan suami, sekaligus memanjakan
diri dengan meluangkan waktu untuk ‘produktif me-time’
.
4.
Belajar dimana saja, dengan siapa saja, kapan saja. Berbekal “magnet energi
positif” yaitu intuisi diri dan “filter energi negatif” yaitu keimanan, asalkan
ada bernilai ilmu akan saya serap baik-baik.
.
5.
Evaluasi hasil, diskusi dengan keluarga, terutama suami.
.
6.
Bersilaturahim.
Terimakasih sudah bersedia mampir dan menyempatkan
membaca, akan senang sekali jika teman-teman berkenan memberikan komentarnya. –
HENNY F LESTARI –


0 Komentar